(0362) 29306

Jalan Raya Singaraja-Bedugul, Pancasari

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMAS Candimas Pancasari

Humas Candimas, 11/11 2022

Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik pencemaran tanah maupun laut. Sifat sampah plastik tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksik dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami.

dikutip dari CNBC Indonesia – Masalah sampah plastik di Indonesia lagi-lagi menjadi sorotan publik. Melihat perkembangan masalah sampah plastik, agaknya pemerintah memang sudah harus mempercepat perbaikan sistem pengelolaannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari laut.

Penanganan sampah plastik sekali pakai dengan cara dibakar akan menghasilkan polusi yang mencemari lingkungan. Pembakaran plastik melepaskan logam berat dan bahan kimia beracun, seperti dioksin. Bahan kimia lain yang dilepaskan saat membakar plastik termasuk benzo(a)pyrene (BAP) dan polyaromatic hydrocarbon (PAH), yang keduanya terbukti menyebabkan kanker.

Sampah plastik juga mencemari tanah karena membutuhkan waktu 10-12 tahun untuk dapat terurai dan 450 tahun bagi botol plastik untuk dapat terurai dengan baik. Penanganan sampah plastik sekali pakai ini belum mencapai titik yang sempurna untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan bumi.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah-sampah tersebut adalah melalaui 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Reuse adalah memakai berulang kali barangbarang yang terbuat dari plastik, sedangkan reduce adalah mengurangi pembelian atau penggunaan barang-barang yang terbuat dari plastik, terutama barang-barang yang sekali pakai, dan recycle adalah mendaur ulang barang-barang yang terbuat dari plastik.

SMAS Candimas Pancasari melalui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan menjadi salah satu opsi untuk menanggunangi masalah sampah yang kian memprihatinkan. Pada dasarnya gaya hidup berkelanjutan adalah menjalankan hidup dengan kesadaran dan berpikir dalam jangka panjang, karena hampir semua tindakan yang kita lakukan memiliki dampak pada lingkungan dan orang lain.

SMAS Candimas Pancasari memilih untuk menerapkan tema Gaya Hidup Berkelanjutan tidak lain adalah untuk membiasakan murid memilah, dan mengolah sampah yang dihasilkan agar menjadi produk yang memiliki nilai baik secara ekonomi dan lainnya. Sampah organik diolah menjadi pupuk cair dan kompos. Sementara itu, untuk sampah plastik diolah menjadi ecobrick.

    

Ecobrick adalah teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari botol-botol plastik bekas yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh dan keras, botol-botol tersebut bisa dirangkai dengan lem dan dirangkai menjadi meja, kursi sederhana, bahan bangunan dinding, menara, panggung kecil, bahkan berpotensi untuk dirangkai menjadi pagar dan fondasi taman bermain sederhana. Seperti halnya SMAS Candimas Pancasari memanfaatkan ecobrick menjadi hiasan taman, kursi, hingga spot foto yang bertuliskan “SMAS Candimas Pancasari”.                                                                                                                                                                                                       

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *